“Menyemai Keteladanan: Wejangan Kepala MAN 1 Mukomuko pada Hari Guru Nasional 2025”




Peringatan Hari Guru Nasional 2025 bagi saya bukan sekadar selamat seremoni tahunan yang ucapan ucapan dan rangkaian acara formal. Momen ini hendaknya menjadi ruang refleksi yang jujur​​dan ruang bagi para pendidik untuk menengok kembali perjalanan pengabdian mereka dan meneguhkan kembali komitmen untuk terus bertumbuh. Pesan yang disampaikan Kepala MAN 1 Mukomuko , Dr. (Cand). Hj. Nursaymasiah, M.Pd, s angat menegaskan hal tersebut: Hari Guru adalah ajakan untuk membayangkan, bukan hanya menghadiri upacara.



Saya setuju ketika dia mengingatkan bahwa tugas guru jauh melampaui penyampaian ilmu pengetahuan. Di hadapan siswa, guru adalah sosok yang diamati, dijadikan contoh, dan dijadikan cermin. Keteladanan tidak terletak pada tuturan kata semata, melainkan pada sikap dan karakter yang melekat dalam kesekharian. Di titik inilah kualitas pribadi guru menentukan kualitas generasi yang dibentuknya, bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral.

Dalam pesannya, Dr. (Cand). Hj. Nursaymasiah, M.Pd mengutip lima karakter utama yang pernah disampaikan Menteri Agama , Prof. Dr. Nashrudin Umar . Menurut saya, nilai-nilai ini bukan hanya relevan, tetapi justru mendesak untuk dihidupkan kembali. Cinta kepada Tuhan menjadi sumber keikhlasan; cinta kepada sesama menumbuhkan empati dan keadilan; cinta kepada alam mengingatkan bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta yang wajib dijaga; cinta kepada ilmu mendorong guru untuk terus belajar; dan cinta kepada negeri menegaskan peran guru dalam membentuk generasi yang moderat, berkarakter, dan bertanggung jawab. Jika nilai kelima ini benar-benar dihayati, guru akan tampil sebagai panutan sejati.



Zaman bisa bergerak cepat, bahkan terkadang terasa melampaui kemampuan manusia untuk mengikutinya. Namun, di tengah-tengahnya, integritas , keteladanan , dan dedikasi guru seharusnya tetap menjadi penopang utama. Guru bukan sekedar pengajar, tetapi penjaga moral sekaligus penjaga peradaban. Ketika karakter ini melemah, maka goyah pula masa depan bangsa.

Oleh karena itu, saya melihat pesan Dr. (Cand). Hj. Nursaymasiah, M.Pd sebagai seruan yang sangat penting: Hari Guru Nasional harus menjadi momentum pembaruan tekad. Guru perlu menyalakan kembali cahaya pengabdian, memperkuat integritas, dan menjadi inspirasi yang nyata bagi para siswa. Di tangan gurulah, ruh pendidikan tetap hidup sebagai jalan memajukan peradaban.

Pada akhirnya, Hari Guru Nasional 2025 mengingatkan kita bahwa setiap guru adalah obor yang tidak boleh padamdan penerang yang menentukan ke mana arah masa depan bangsa ini melangkah.

Pengarang: Muhammad Ali Serami Baru 

Post a Comment

Previous Post Next Post