الحَدِيْثُ السَّادِسُ
وَالعِشْرُوْنَ
عَنْ أَبي هُرَيرةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( كُلُّ سُلامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقةٌ ، كُلَّ يَوْمٍ تَطلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ : تَعدِلُ بَينَ الاِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ، فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا ، أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقةٌ ، والكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقةٌ ، وبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقةٌ ، وتُمِيْطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ . رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 2989 dan Muslim, no. 1009]
Seperti terdapat di dalam hadis 26 di atas yang mengatakan wajib nya bersedekah setiap hari. Rasulullah mengatakan bahwa sedekah bukan lah soal materi, melainkan sedekah bisa berupa perkataan yang baik, senyum yang tulus yang mampu membuat hati orang lain menjadi lebih tenang, bisa juga berupa tenaga yang kita berikan untuk membantu seseorang yang kesulitan, atau waktu yang kita sisihkan untuk mendengarkan keluhan seseorang, bahkan menyingkirkan duri di jalan pun termasuk sedekah, karena itu kita dapat mencegah bahaya bagi orang lain.
Kebaikan kecil yang terlihat
sederhana sering kali berdampak besar bagi orang yang menerimanya. Sedekah
dalam bentuk perhatian, kepedulian, dan empati mampu menghangatkan hati lebih
kuat daripada uang. Di era yang serba cepat ini, hadir untuk orang lain meski
hanya beberapa menit adalah sedekah yang sangat berarti.
Pada akhirnya, sedekah bukan sekadar
memberi, tetapi tentang memberikan manfaat, meringankan beban, dan menebarkan
kebaikan dengan apa pun yang kita punya. Siapa pun bisa bersedekah, kapan pun,
dan dengan cara apa pun. Karena sedekah sejatinya lahir dari hati yang ikhlas,
bukan dari besarnya nilai yang di berikan.
Author: Saskia Nabila Putri